|
7 Agustus 2008.
TEXAS -
Kejadiang mengerikan terjadi di Universitas Texas, Amerika Serikat.
Sekira 26 wanita pemandu sorak terjebak di dalam lift kampus tersebut.
Diduga macetnya lift akibat diisi terlalu penuh sebagai bentuk candaan
mereka.
Seperti dikutip dari Associated Press, Kamis (7/8/2008), 26 pemandu
sorak itu sengaja menjejalkan diri ke dalam lift. Tapi, aksi itu
berakibat fatal karena mereka terjebak di dalam karena pintu lift tidak
mau terbuka.
Satu wanita dirujuk ke rumah sakit dan dua lainnya masih dalam
pemeriksaan petugas akibat insiden mengkhawatirkan itu.
Berdasarkan keterangan dari polisi setempat, para pemandu sorak yang
berusia sekitar 14-17 tahun itu terjebak pada saat menuju lantai satu
gedung Aula Jaster Residence di Universitas Texas.
Setelah itu para pemandu sorak yang terjebak itu langsung menelpon ke
petugas emergensi yang diteruskan ke polisi dan petugas penyelamat serta
teknisi.
Setelah 25 menit kemudian, petugas reparasi lift berhasil membuka pintu
yang macet. Namun kondisi para pemandu sorak banyak yang lemas akibat
minimnya udara di dalam lift.
"Candaan ini sangat berbahaya. Mereka masih beruntung hal yang tidak
diinginkan tidak terjadi," ujar jurubicara kepolisian Rhonda Weldon.
Lift
Putus, 24 Karyawati Luka
Rabu, 09 Mei 2007 | 13:51 WIB
TEMPO
Interaktif,
Jakarta:
Sebanyak 24 karyawati PT Garment yang berlokasi di Blok D-12 Kawasan
Berikat Nusantara Cakung, Cilincing, Jakarta Utara, terluka saat lift
yang mereka naiki jatuh. Lima belas orang diantaranya terluka berat.
Kecelakaan terjadi Selasa (8/5) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Ketika
itu para karyawati bagian produksi hendak pulang. Biasanya mereka
menuruni tangga dari lantai dua. Tapi kali ini pintu menuju tangga
terkunci. "Kami terpaksa naik lift barang yang masih terbuka," kata
Nirwana, 22 tahun, operator mesin jahit, yang ditemui di Rumah Sakit
Islam Sukapura, kemarin malam. Menurut dia, setelah para buruh menaiki
lift, tiba-tiba lift jatuh. Bunyi bedebum terdengar keras saat lift
menghantam lantai dasar.
Hingga Rabu (9/5) siang ini polisi sudah meminta keterangan tujuh saksi
korban. "Kami mencari unsur kelalaian yang berupa pelanggaran pidana,"
kata Inspektur Satu Sutikno, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek
Cilincing.
FERY
FIRMANSYAH/ IBNU RUSYDI |