ISTILAH/TERM YANG SERING DIGUNAKAN PADA KONSTRUKSI LIFT

 

Halaman Utama

 Lay Out Lift

 Jenis Lift

 Konstruksi Lift

 

 

 

 

 

 

Text Box: Top Clearance (F) : Jarak ruang bebas yg aman antara bagian paling atas kereta dengan 'plafond' ruang luncur jika ada orang diatas kereta.
Pit Depth (E): Kedalaman dari pit / bagian bawah ruang luncur/sumuran.
Jamb : Kusen pintu lift. Ada narrow jamb dan wide jamb

Text Box: Main rail adalah rel pe-mandu untuk agar kereta bisa berjalan vertikal tidak berayun dan sebagai sa-rana untuk pengereman darurat.
Counterweight rail : Rel untuk memandu jalannya bobot imbang 
Rail bracket : braket untuk memasang rel.
RG, rail gauge : jarak ujung rel ke ujung rel yang lain
Counterweght : bobot imbang untuk mengim-bangi berat kereta.
Car : Kereta tempat ber-diri penumpang naik turun.
Overhead (C): Jarak dari lantai teratas dengan 'pla-fond' ruang luncur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Text Box: Sill : Profil alumunium dibawah pintu lift (Car door dan Hall Door)
Car door : pintu kereta lift.
Hall door atau Landing Door : Pintu luar atau Pintu lantai.
Hall Lantern : Lampu kedip yang menunjukkan kedata-ngan lift atau arahnya

 

Text Box: Traveling distance (D): Jarak gerak dari lantai paling bawah sampai lantai paling atas dalam kondisi operasi normal.
Door height (G) : tinggi pintu lift.
Main sheave : roda utama yang ada pada mesin / motor lift.

 

 

 

Gedung diatas adalah gedung yang menggunakan lift dengan Multi Zone. Gedung yang tidak terlalu tinggi biasanya menggunakan Low Zone (Zona Rendah) dan High Zone(Zona tinggi). Atau ditambah Middle Zone jika ada gedungnya lebih tinggi lagi. Suatu zona lift bisa terdiri dari 3 sampai 6 lift dalam satu group. Zona yang paling rendah biasanya memiliki pintu di setiap lantainya. Sedangkan untuk lift di Zona atas, lantai yang sudah dilayani zona yang lebih rendah tidak perlu dilayani lift zona ini, sehingga bisa bablas langsung lantai-lantai diatasnya. Lift yang melayani zona lantai yang lebih tinggi, kecepatannya harus lebih tinggi.

Pada gedung ini lobi lift sengaja berada di lantai dua tidak berada di lantai Ground Floor. Karena penghuni di lantai 1 dan lantai 2 dipaksa untuk menggunakan tangga saja atau eskalator. Keuntungannya waktu tunggu untuk lift akan lebih cepat. Kalau satu atau dua lantai sih kan lebih baik naik tangga atau eskalator saja supaya lebih sehat. Lagi pula eskalator bisa mengangkut 9000 penumpang per-jam.

Untuk akses ke car park disediakan lift parkir yang bisa melayani sampai lantai Lobi Utama (Main Lobby). Lift utama tidak turun sampai ke Car Park, karena hanya akan memperlama waktu tunggu rata-rata (average waiting time). Pada gedung ini lobi utama malah dinaikkan sampai lantai 2 guna memperoleh waktu tunggu yang lebih cepat.