Halaman UtamaLift Macet?Konstruksi LIftPengaman LiftJenis LiftKecelakaanLift TercepatLift Angkasa

 
PENGALAMAN
PENGALAMAN TERJEBAK DI LIFT (Di salin dari Website lain)

Hari selasa sore di ged. D Departemen Keuangan...
"Lift kantor yang kutunggu, kutunggu tiada yang buka (irama:bis sekolah penyanyi ricki ricardo)"
Seperti biasa jam-jam sibuk pulang kantor 6 pintu lift yang tersedia selalu penuh. Walhasil, diriku masih menunggu dengan sabarnya bersama beberapa bapak di lantai 17. Akhirnya, satu pintu lift terbuka. Aku melangkah masuk, disusul bapak-bapak di belakang. Tinggal satu orang bapak...eh, liftnya otomatis full, tapi kok ga bunyi ya? Ya sudah bapak itu masuk juga. Liftnya pun berjalan ekspress alias ga buka-buka karena penuh.
Menuju lantai ground perjalanan lancar...Sampai tiba-tiba...Jebluk, jebluk! Terdengar suara keras yang aneh dan lift pun terhenti. Seisi lift masih tenang karena lift menunjukkan kita sudah di G. Tapi,kok ga buka-buka ya? Lift mulai riuh. Teringat kejadian lift di Ratu Plaza yang mengakibatkan penumpangnya luka-luka (penumpang? bis kali?) Ibu hamil disampingku katanya udah gemetaran, untungnya ga mbrojol duluan.
Bapak-bapak mulai membuka paksa. Pintu besi berhasil dibuka. Loh, kok ga keliatan luarnya. Rupanya baru lapisan besinya yang kebuka. Segera tombol alarm lift ditekan. Seseorang entah dimana menjawab: "dimana?dimana?"
Serentak seisi lift menjawab :"G,G..."
Dijawab lagi:" iya, iya tunggu, tunggu..."
Tak lama menunggu teknisi, teknisi lift berhasil membuka pintu liftnya.
Alhamdulillah,...Meski pintu lift tidak membuka sempurna, kami bisa keluar dari lift dengan sedikit meloncat. Liftnya ternyata tidak turun sempurna. Masih mengawang di tengah lantai.
Ga kebayang kalo menunggu lebih lama lagi...Sepenuh itu? Pasti lama-lama kita berebutan oksigen...Trus, gimana kalo macetnya itu ga pas dilantai tapi dibagian antar lantai? hii, serem...Pas buka liftnya di tembok gitu (berlebihan ya?)
Entah kenapa waktu itu aku tidak gelisah, tenang saja. Tidak ada perasaan panik. Malah lucu saja melihat kepanikan yang lain...Banyak yang akhirnya parno sama lift itu, tapi mau gimana lagi? kan dapur ngebulnya dari situ???

 

Jumat, 08/08/2008 15:40 WIB
Terjebak Lift RSUD  Tanpa Pertolongan
Fikri - suaraPembaca


/ist.

Jakarta - Pada hari Kamis tanggal 7 Agustus 2008 jam 17.30 WIB istri saya beserta teman-teman akan menjenguk anak sahabatnya yang terkena Demam Berdarah di RSUD Tarakan. Di rumah sakit tersebut ketika akan naik lift dan berjalan sampai lt 5 tiba tiba lift mengalami lonjakan dua kali dan mati selama 45 menit.

Dengan daya upaya orang-orang beserta istri saya meminta pertolongan kepada pihak berwenang melalui fasilitas yang ada di lift tersebut. Tapi, kenyataannya fasilitas baik speaker phone atau alarm dan sebagainya tidak befungsi. Untung saja istri saya menelepon melalui handphone-nya dan menghubungi saya yang masih berada di kantor.

Setelah mendapat informasi dari istri saya langsung menghubungi pihak berwenang di RSUD Tarakan di nomor telepon 021 3842934, 021 3503003, 021 3503150, dan 021 3503412. Tetapi, tidak ada satu pun petugas yang mengangkat di nomor telepon tersebut. Ke manakah mereka?

Dalam kepanikan maka saya mencoba menelepon ke 108 dan menanyakan nomor telepon yang bisa dihubungkan ke RSUD Tarakan. Ternyata nomor tersebut sama dengan apa yang saya cari di internet. Saya coba menghubungi berkali-kali tetapi masih gagal juga. Tidak ada yang mengangkat.

Akhirnya saya coba menghubungi pihak kepolisian wilayah Jakarta Pusat di nomor telepon 021 390-9922 dan allhamdulillah Pak Polisi yang baik hati dan ramah menyambut dan menjawab permintaan dan pertolongan saya mengenai laporan saya mengenai istri yang terjebak di lift RSUD Tarakan.

Kemudian saya mengontak kembali istri dan ternyata masih terjebak dan sudah ada yang pingsan. Maka saya mencoba kembali menelepon istri dan coba menenangkan kembali.

Allhamdulillah akhirnya setelah dipaksanya pintu lift dibuka terbukalah sekitar 20 cm. Maka teriaklah mereka dari dalam lift meminta pertolongan. Untung saja para pengunjung mendengar teriakan tersebut. Dengan dibantu pengunjung (Bapak-bapak dan Ibu-ibu) dikeluarkanlah orang-orang yang berada di dalam lift, termasuk istri saya, satu per satu.

Menjadi pertanyaan saya adalah ke manakah petugas dan pihak berwenang selama kejadian. Informasi para korban tidak ada satu pun petugas yang membantu dan hanya perawatan yang memeriksa korban yang pingsan tersebut.

Menurut informasi ternyata lift tersebut sering rusak. Kalaupun sering rusak kenapa tidak diberi peringatan dan sebagainya. Atau tunggu meminta korban baru diberi peringatan. Bagaimana pihak RSUD .

Fikri